Pada 8 Oktober 2024, pabrik bahan katoda Lithium Ferro Phosphate (LFP) tahap I milik Lopal Technology yang diinvestasikan di Indonesia, yaitu LBM, resmi beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus Kendal di sabuk industri Jawa Tengah, Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut, serta Presiden Direktur Lopal Technology dan LBM, Shi Junfeng, hadir dalam upacara peresmian. Pabrik LBM Indonesia adalah anak perusahaan yang didirikan oleh Lopal Technology pada Februari 2022 melalui Changzhou Lithium Resources di Indonesia. Total investasi pabrik ini sebesar 350 juta dolar AS, dengan investasi tahap I sebesar 100 juta dolar AS dan kapasitas produksi tahunan 30.000 ton LFP. Tahap II nantinya akan diinvestasikan sebesar 250 juta dolar AS dengan kapasitas produksi tahunan 90.000 ton. Setelah tahap II selesai, pabrik LBM Indonesia milik Lopal Technology akan menjadi produsen katoda LFP terbesar kedua di dunia setelah China, dengan total kapasitas produksi mencapai 120.000 ton per tahun. Berkat kinerja unggul dan kualitas yang stabil, produk LBM dapat dipasok ke berbagai produsen baterai lithium terkemuka global seperti CATL, Sunwoda Electronic, LG Battery, dan lainnya. Produk ini juga telah mendapatkan kepercayaan dari pabrikan otomotif seperti Geely, GAC, Wuling, Li Auto, dan lain-lain. Melalui ekspor ke negara-negara seperti Amerika Serikat, Eropa, Jepang, dan Korea Selatan, target pendapatan LBM mencapai 1,2 miliar dolar AS per tahun. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut, menyatakan bahwa seiring dengan meningkatnya penetrasi kendaraan listrik (EV) secara global, diharapkan dengan beroperasinya pabrik LBM, kebutuhan global akan baterai LFP dapat terpenuhi. CEO sekaligus Presiden Direktur LBM, Shi Junfeng, mengatakan bahwa pabrik ini tidak hanya mendukung Indonesia dalam memainkan peran penting dalam rantai nilai baterai LFP global, tetapi juga membawa lebih dari 2.000 lapangan kerja serta devisa yang besar bagi Indonesia. Dalam satu dekade terakhir, pemerintah Presiden Joko Widodo telah menerapkan kebijakan industrialisasi dan hilirisasi mineral. Investasi perusahaan China yang dipimpin oleh Tsingshan di industri nikel Indonesia tidak hanya memberikan keunggulan besar bagi China dalam rantai pasok bahan baku baja tahan karat dan baterai energi baru, tetapi juga menarik semakin banyak perusahaan hulu-hilir baterai energi baru China seperti CATL, BYD, Gotion High-tech, REPT, Lopal Technology, BTR, Hailiang, Nuode, serta setidaknya sembilan pabrikan kendaraan energi baru China untuk masuk ke Indonesia. Hal ini membangun rantai industri lengkap mulai dari bahan baku baterai, produksi baterai, hingga kendaraan listrik jadi di hilir, menjadikan Indonesia pusat manufaktur kendaraan listrik di ASEAN sekaligus menyempurnakan tata letak global industri energi baru China.