Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menandatangani perjanjian pemanfaatan lahan dan akta notaris dengan lima investor di Aula Kementerian Pekerjaan Umum Jakarta. Kelima investor tersebut meliputi PT Balikpapan Ready Mix Nusantara, PT Berkah Bersinar Abadi, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Puri Persada Lampung, dan Universitas Negeri Surabaya. Mereka akan membangun gedung serbaguna, gedung perkantoran, hotel, dan kampus universitas di ibu kota baru. Ia menyatakan bahwa ini merupakan bagian dari investasi swasta murni senilai Rp1,2 triliun, dengan total investasi mencapai Rp6,9 triliun. Sebelumnya, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR RI pada 12 Februari 2025, ia menjelaskan bahwa selama periode 2025-2026 terdapat 5 proyek investasi murni dan proyek BUMN yang masuk ke IKN dengan total nilai Rp6,94 triliun, serta merinci proyek-proyek tersebut, termasuk kampus Universitas Negeri Surabaya, dan menyatakan akan ada lebih banyak proyek selanjutnya.
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menandatangani perjanjian pemanfaatan lahan dan akta notaris dengan lima investor di Aula Kementerian Pekerjaan Umum Jakarta. Kelima investor tersebut meliputi PT Balikpapan Ready Mix Nusantara, PT Berkah Bersinar Abadi, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Puri Persada Lampung, dan Universitas Negeri Surabaya. Mereka akan membangun gedung serbaguna, gedung perkantoran, hotel, dan kampus universitas di ibu kota baru. Ia menyatakan bahwa ini merupakan bagian dari investasi swasta murni senilai Rp1,2 triliun, dengan total investasi mencapai Rp6,9 triliun. Sebelumnya, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR RI pada 12 Februari 2025, ia menjelaskan bahwa selama periode 2025-2026 terdapat 5 proyek investasi murni dan proyek BUMN yang masuk ke IKN dengan total nilai Rp6,94 triliun, serta merinci proyek-proyek tersebut, termasuk kampus Universitas Negeri Surabaya, dan menyatakan akan ada lebih banyak proyek selanjutnya.