Fujian Kun Cai Material Technology Co., Ltd. (disingkat Kun Cai Technology) baru-baru ini menerima "Sertifikat Perusahaan Bersertifikasi AEO Tingkat Lanjutan" dari Bea Cukai Fuzhou. Ini adalah pertama kalinya perusahaan di kawasan "Dua Negara, Dua Taman" China-Indonesia mendapatkan sertifikasi ini, yang memiliki arti penting bagi pembangunan kawasan dan pengembangan industri. Sertifikasi AEO (Authorized Economic Operator) adalah kualifikasi kredit tingkat tinggi yang diakui secara internasional, sering dianggap sebagai "pas hijau" dalam perdagangan global. Perusahaan yang memperoleh sertifikasi AEO dapat menikmati berbagai kemudahan dari bea cukai, seperti pengurangan pemeriksaan dokumen, percepatan proses bea cukai, prioritas pemeriksaan, dan penurunan tingkat pemeriksaan barang. Kun Cai Technology adalah perusahaan kecil dan menengah nasional yang khusus bergerak dalam penelitian, pengembangan, produksi, dan penjualan bahan pearlescent. Produknya dijual ke lebih dari 100 negara dan wilayah di seluruh dunia, menguasai sekitar 35% pangsa pasar global pigmen pearlescent, dan menduduki peringkat pertama dunia selama 10 tahun berturut-turut. Cai Zhiming, General Manager Kun Cai Technology, menyatakan bahwa sertifikasi ini membantu meningkatkan efisiensi bea cukai dan daya saing internasional perusahaan, sekaligus meningkatkan kredibilitas ekspor-impor dan reputasi merek perusahaan. Kawasan "Dua Negara, Dua Taman" China-Indonesia merupakan hasil kerja sama yang didorong oleh para pemimpin kedua negara, bertujuan untuk memperdalam kerja sama ekonomi dan perdagangan. Taman China berpusat di Kawasan Investasi Yuanhong Fuzhou, sedangkan Taman Indonesia meliputi Taman Industri Bintan dan lainnya. Proyek ini bukan hanya bagian penting dari Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra, tetapi juga model baru kerja sama bilateral. Secara keseluruhan, perolehan sertifikasi AEO tingkat lanjutan oleh Kun Cai Technology berperan penting dalam meningkatkan posisinya di pasar internasional, mengoptimalkan proses bea cukai, dan memperluas pengaruh globalnya, sekaligus memberikan dorongan baru bagi pengembangan kawasan "Dua Negara, Dua Taman" China-Indonesia. Sumber: Fujian Daily