Bertepatan dengan inisiatif 'Belt and Road', acara pertukaran perusahaan manufaktur yang berkomitmen mendorong perusahaan mengembangkan pasar luar negeri serta sesi ke-4 'Salon Pertumbuhan Berkualitas Tinggi untuk Perusahaan Tionghoa Perantauan' sukses diselenggarakan di Guangzhou kemarin. "Kegiatan ini memberikan panduan berharga bagi perusahaan kami untuk memperluas bisnis ke luar negeri," ujar seorang pengusaha Tionghoa perantauan yang berpartisipasi. Mereka berharap dapat memperoleh lebih banyak peluang kerja sama di pasar Indonesia di masa depan.
Seiring dengan semakin mendalamnya inisiatif 'Belt and Road', masyarakat Tionghoa perantauan menghadapi peluang yang belum pernah ada sebelumnya. Mereka memainkan peran penting dalam mendorong kerja sama ekonomi, pertukaran budaya, serta diplomasi publik. Acara yang berfokus pada Indonesia ini mengumpulkan secara luas strategi dan informasi kebijakan mengenai perusahaan Tionghoa perantauan yang 'go global', dengan tujuan memberikan informasi investasi terkini, fokus industri, serta peluang pengembangan bagi perusahaan yang berniat memperluas pasar ke negara-negara di sepanjang 'Belt and Road', khususnya kawasan Asia Tenggara seperti Indonesia, sehingga membantu mereka menghadapi tantangan dan masalah yang mungkin timbul saat ekspansi ke luar negeri.
Persahabatan dan pertukaran antara China dan Indonesia memiliki sejarah panjang. Konsul Jenderal Indonesia di Guangzhou, Bin Djaga, dalam sambutan videonya menyatakan bahwa China telah menjadi mitra dagang terbesar Indonesia, dan kerja sama kedua negara di berbagai bidang terus diperdalam, terutama di sektor kesehatan, transisi energi, pembangunan infrastruktur, komunikasi dan transportasi, serta penelitian dan pengembangan teknologi tinggi. Ia mendorong perusahaan dan komunitas bisnis dari kedua negara untuk memanfaatkan hubungan bilateral yang baik saat ini, guna lebih memperkuat kerja sama nyata sehingga kedua bangsa dapat menikmati hasil pembangunan bersama.
Wakil Ketua Federasi Tionghoa Perantauan Guangzhou, Wu Suihui, mengemukakan tiga harapan: Pertama, para Tionghoa perantauan harus memanfaatkan peluang seperti inisiatif 'Belt and Road' dan pembangunan Kawasan Teluk Besar Guangdong-Hong Kong-Makau, serta mengandalkan keunggulan internasional mereka untuk mendorong lebih banyak talenta dari kalangan Tionghoa perantauan berinovasi, berinvestasi, dan melakukan pertukaran di Guangzhou; Kedua, perusahaan Tionghoa perantauan harus berfokus pada inovasi teknologi, mewujudkan kemandirian teknologi melalui inovasi ilmiah dan teknologi tingkat tinggi; Terakhir, ia juga menekankan pentingnya membina sumber daya kalangan Tionghoa perantauan, membimbing perusahaan-perusahaan tersebut dalam menarik investasi, mendatangkan talenta, serta mendorong inovasi dan kewirausahaan, dan secara berkesinambungan menyelenggarakan kegiatan yang tepat sasaran dan efisien seperti 'Salon Pertumbuhan Berkualitas Tinggi untuk Perusahaan Tionghoa Perantauan', sehingga layanan bagi Tionghoa perantauan dapat terintegrasi erat dengan pembangunan ekonomi.
Pada hari acara, sejumlah perwakilan perusahaan berbagi pengalaman mereka dalam 'go global' di Indonesia. Direktur Komersial Guangzhou Qiandao Enterprise Service Co., Ltd., Luo Lijun, menyampaikan presentasi bertema 'Strategi Keberhasilan Perusahaan Manufaktur Go Global di Indonesia', berbagi pengalaman berharga tentang membangun struktur dan tata letak global di luar negeri dengan memanfaatkan peluang 'Belt and Road'. Wakil Manajer Umum Divisi Investasi dan Promosi PT Wanxinda Science and Technology Industrial Park Development Co., Ltd., Chen Baoying, menjelaskan secara rinci pentingnya memahami budaya, keunggulan, dan pembangunan bersama di Indonesia, serta berharap lebih banyak perusahaan China dapat go global dan bergabung dengan kawasan industri tersebut.
社会动态
Guangzhou Gelar Acara Pertukaran Perusahaan Manufaktur untuk Go Global, Eksplorasi Peluang Baru di Pasar Indonesia
Bertepatan dengan inisiatif 'Belt and Road', acara pertukaran perusahaan manufaktur yang berkomitmen mendorong perusahaan mengembangkan pasar luar negeri serta sesi ke-4 'Salon Pertumbuhan Berkualitas Tinggi untuk Perusahaan Tionghoa Perantauan' sukses diselenggarakan di Guangzhou kemarin. "Kegiatan ini memberikan panduan berharga bagi perusahaan kami untuk memperluas bisnis ke luar negeri," ujar seorang pengusaha Tionghoa perantauan yang berpartisipasi. Mereka berharap dapat memperoleh lebih banyak peluang kerja sama di pasar Indonesia di masa depan.
Seiring dengan semakin mendalamnya inisiatif 'Belt and Road', masyarakat Tionghoa perantauan menghadapi peluang yang belum pernah ada sebelumnya. Mereka memainkan peran penting dalam mendorong kerja sama ekonomi, pertukaran budaya, serta diplomasi publik. Acara yang berfokus pada Indonesia ini mengumpulkan secara luas strategi dan informasi kebijakan mengenai perusahaan Tionghoa perantauan yang 'go global', dengan tujuan memberikan informasi investasi terkini, fokus industri, serta peluang pengembangan bagi perusahaan yang berniat memperluas pasar ke negara-negara di sepanjang 'Belt and Road', khususnya kawasan Asia Tenggara seperti Indonesia, sehingga membantu mereka menghadapi tantangan dan masalah yang mungkin timbul saat ekspansi ke luar negeri.
Persahabatan dan pertukaran antara China dan Indonesia memiliki sejarah panjang. Konsul Jenderal Indonesia di Guangzhou, Bin Djaga, dalam sambutan videonya menyatakan bahwa China telah menjadi mitra dagang terbesar Indonesia, dan kerja sama kedua negara di berbagai bidang terus diperdalam, terutama di sektor kesehatan, transisi energi, pembangunan infrastruktur, komunikasi dan transportasi, serta penelitian dan pengembangan teknologi tinggi. Ia mendorong perusahaan dan komunitas bisnis dari kedua negara untuk memanfaatkan hubungan bilateral yang baik saat ini, guna lebih memperkuat kerja sama nyata sehingga kedua bangsa dapat menikmati hasil pembangunan bersama.
Wakil Ketua Federasi Tionghoa Perantauan Guangzhou, Wu Suihui, mengemukakan tiga harapan: Pertama, para Tionghoa perantauan harus memanfaatkan peluang seperti inisiatif 'Belt and Road' dan pembangunan Kawasan Teluk Besar Guangdong-Hong Kong-Makau, serta mengandalkan keunggulan internasional mereka untuk mendorong lebih banyak talenta dari kalangan Tionghoa perantauan berinovasi, berinvestasi, dan melakukan pertukaran di Guangzhou; Kedua, perusahaan Tionghoa perantauan harus berfokus pada inovasi teknologi, mewujudkan kemandirian teknologi melalui inovasi ilmiah dan teknologi tingkat tinggi; Terakhir, ia juga menekankan pentingnya membina sumber daya kalangan Tionghoa perantauan, membimbing perusahaan-perusahaan tersebut dalam menarik investasi, mendatangkan talenta, serta mendorong inovasi dan kewirausahaan, dan secara berkesinambungan menyelenggarakan kegiatan yang tepat sasaran dan efisien seperti 'Salon Pertumbuhan Berkualitas Tinggi untuk Perusahaan Tionghoa Perantauan', sehingga layanan bagi Tionghoa perantauan dapat terintegrasi erat dengan pembangunan ekonomi.
Pada hari acara, sejumlah perwakilan perusahaan berbagi pengalaman mereka dalam 'go global' di Indonesia. Direktur Komersial Guangzhou Qiandao Enterprise Service Co., Ltd., Luo Lijun, menyampaikan presentasi bertema 'Strategi Keberhasilan Perusahaan Manufaktur Go Global di Indonesia', berbagi pengalaman berharga tentang membangun struktur dan tata letak global di luar negeri dengan memanfaatkan peluang 'Belt and Road'. Wakil Manajer Umum Divisi Investasi dan Promosi PT Wanxinda Science and Technology Industrial Park Development Co., Ltd., Chen Baoying, menjelaskan secara rinci pentingnya memahami budaya, keunggulan, dan pembangunan bersama di Indonesia, serta berharap lebih banyak perusahaan China dapat go global dan bergabung dengan kawasan industri tersebut.