Presiden Jokowi tahun ini mendorong investor dalam dan luar negeri untuk menginvestasikan dana atau investasi di Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur. Godaannya juga disertai dengan gambaran bahwa harga tanah IKN saat ini bisa melonjak hingga 10 kali lipat tahun depan. Jokowi menyatakan bahwa saat ini harga tanah di IKN masih sangat murah dan pasti akan naik di masa depan. Jokowi mengatakan, dalam acara peletakan batu pertama proyek investor Tiongkok Delonix Group di kawasan IKN Kalimantan Timur, harga tanah tahun depan bisa naik 2 kali lipat, 3 kali lipat, 5 kali lipat, 10 kali lipat. Jika Anda ingin berinvestasi tahun ini, saya perlu mengingatkan Anda. Saat ini investor asing mulai berdatangan dan ingin berinvestasi di IKN, yang membuat mereka percaya bahwa kawasan ini adalah lokasi investasi yang sangat menarik. Selama peletakan batu pertama proyek Astra Business Center dan Kebun Raya Nusantara, Jokowi juga mengatakan bahwa harga tanah di kawasan IKN masih murah. Ia bahkan membandingkan harga tanah IKN Nusantara dengan Balikpapan dan Jakarta, karena harga tanah IKN masih berkisar antara Rp400.000 hingga Rp800.000 per meter persegi. Jokowi mengatakan, berinvestasi di IKN Kalimantan Timur berarti membeli masa depan, tetapi jika kemudian berubah pikiran, tanahnya akan hilang, karena sekarang harganya antara Rp400.000 hingga Rp800.000. Jokowi juga membandingkan harga tanah di Balikpapan dekat IKN Kalimantan Timur dengan Kota Jakarta yang jaraknya sangat jauh. Di Balikpapan saja, satu meter persegi mencapai Rp15 juta, sedangkan di Jakarta mencapai Rp200 juta. Sejak peluncuran hingga peletakan batu pertama ke-8, total investasi swasta di IKN telah mencapai Rp53,5 triliun. Wakil Kepala Otorita IKN (OIKN) menyatakan bahwa hingga peletakan batu pertama ke-7, nilai investasi mencapai Rp52,2 triliun, kemudian bertambah Rp1,5 triliun, sehingga total investasi menjadi Rp53,5 triliun, tidak termasuk dana dari Bank Indonesia (BI) dan PSSI. Total investasi peletakan batu pertama IKN ke-8 sebesar Rp1,5 triliun, termasuk pembangunan Sekolah Independen Australia Nusantara (Rp150 miliar) dan Delonix Nusantara (Rp500 miliar). Kemudian IKN Forest Terrace dari Plataran (Rp15 miliar), Magnum Resort Nusantara (Rp800 miliar), dan D’Prima Hotel Nusantara (Rp100 miliar). Ke depan akan ada peletakan batu pertama IKN ke-9, namun kapan waktunya masih belum pasti. Banyak investor asing telah mengirimkan surat pernyataan minat (LoI), tetapi seperti yang dikatakan Presiden, saat ini mereka sedang memilih mana yang terkait dengan pengembangan IKN.