Pemerintah Indonesia sedang mencari lokasi di wilayah barat dan lainnya untuk membangun PLTN. Tahun lalu DPR menetapkan energi nuklir sebagai opsi energi baru, dan pemerintahan Prabowo akan melanjutkannya. Rencananya akan dibangun PLTN dengan berbagai kapasitas, di wilayah barat ada PLTN besar 1-2 GW, serta direncanakan reaktor modular kecil (SMR) untuk melayani industri kecil. Sebelumnya energi nuklir ditinggalkan karena munculnya energi terbarukan, tetapi sekarang karena kebutuhan energi dan faktor geografis, rencana PLTN dihidupkan kembali. Diskusi yang terhenti pada era Susilo Bambang Yudhoyono mulai dipertimbangkan lagi. Menurut kebijakan energi nasional, PLTN pertama akan beroperasi pada tahun 2032 dengan kapasitas 250 MW yang termasuk dalam kategori SMR, pembangunan sekitar 5 tahun, sedangkan PLTN besar membutuhkan 7-10 tahun. Perkembangan PLTN Indonesia sedang direncanakan secara bertahap.
Pemerintah Indonesia sedang mencari lokasi di wilayah barat dan lainnya untuk membangun PLTN. Tahun lalu DPR menetapkan energi nuklir sebagai opsi energi baru, dan pemerintahan Prabowo akan melanjutkannya. Rencananya akan dibangun PLTN dengan berbagai kapasitas, di wilayah barat ada PLTN besar 1-2 GW, serta direncanakan reaktor modular kecil (SMR) untuk melayani industri kecil. Sebelumnya energi nuklir ditinggalkan karena munculnya energi terbarukan, tetapi sekarang karena kebutuhan energi dan faktor geografis, rencana PLTN dihidupkan kembali. Diskusi yang terhenti pada era Susilo Bambang Yudhoyono mulai dipertimbangkan lagi. Menurut kebijakan energi nasional, PLTN pertama akan beroperasi pada tahun 2032 dengan kapasitas 250 MW yang termasuk dalam kategori SMR, pembangunan sekitar 5 tahun, sedangkan PLTN besar membutuhkan 7-10 tahun. Perkembangan PLTN Indonesia sedang direncanakan secara bertahap.