Pada tanggal 26 Juli, disaksikan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo dan beberapa menteri kabinet, Kawasan Batang yang terletak di kawasan industri Jawa Tengah resmi diresmikan dan mulai beroperasi. Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa kawasan ini, hanya dalam waktu tiga tahun sejak perencanaan dan pembangunan, telah menarik 18 perusahaan untuk menetap, dengan total investasi sebesar 14,8 triliun Rupiah.
Kawasan Industri Batang tidak hanya merupakan proyek strategis nasional Indonesia, tetapi juga merupakan taman pihak Indonesia dalam proyek "Dua Negara, Dua Taman" antara China dan Indonesia sejak tahun 2021. Di antara perusahaan yang menetap di kawasan ini, terdapat satu perusahaan dengan latar belakang modal China, yaitu Wanxinda. Pendiri Wanxinda, Bapak Chen Riling, adalah seorang yang teguh menjalankan konsep Dua Negara, Dua Taman. Pada bulan Mei 2023, ia menandatangani perjanjian pembelian lahan dengan kawasan ini, dan pada tanggal 10 Desember 2023, peletakan batu pertama dilakukan. Direncanakan pada tahun 2024 akan selesai dan diserahkan pabrik seluas 1 juta meter persegi, dan dalam lima tahun ke depan akan dibangun pabrik industri dengan luas lebih dari 10 juta meter persegi, guna membantu perusahaan-perusahaan China menetap dengan cepat di Indonesia, sehingga menciptakan beberapa klaster industri yang sangat kompetitif, serta membantu Jawa Tengah menjadi pusat manufaktur kelas dunia.
Kawasan industri Jawa Tengah merupakan sabuk industri manufaktur baru di Indonesia setelah sabuk industri Jakarta-Bandung dan sabuk industri Jawa Timur. Kawasan Industri Batang juga merupakan satu-satunya kawasan industri skala besar di Pulau Jawa yang dipimpin oleh pemerintah. Pemerintah Indonesia menyediakan dukungan kebijakan sesuai standar tinggi, serta infrastruktur seperti jalan tol, pelabuhan air dalam, pengolahan limbah, pasokan air dan listrik, dengan total perencanaan seluas 4.300 hektar. Sebagai operator pihak China di Kawasan Industri Batang, Wanxinda telah menciptakan solusi penyerahan pabrik satu atap bagi perusahaan-perusahaan China untuk menetap di Indonesia. Solusi ini sangat cocok untuk perusahaan manufaktur skala menengah hingga besar, tidak hanya memperpendek siklus penetapan perusahaan, tetapi juga dilengkapi dengan opsi sewa dan beli yang fleksibel, sehingga mengurangi tekanan keuangan bagi perusahaan.
Baiklah, saya adalah Wang Zhanggui yang telah 20 tahun di Indonesia. Bergabunglah dengan Indonesia Enterprise, bantu Anda menetap di pasar Indonesia secara efisien.
Pada tanggal 26 Juli, disaksikan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo dan beberapa menteri kabinet, Kawasan Batang yang terletak di kawasan industri Jawa Tengah resmi diresmikan dan mulai beroperasi. Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa kawasan ini, hanya dalam waktu tiga tahun sejak perencanaan dan pembangunan, telah menarik 18 perusahaan untuk menetap, dengan total investasi sebesar 14,8 triliun Rupiah.
Kawasan Industri Batang tidak hanya merupakan proyek strategis nasional Indonesia, tetapi juga merupakan taman pihak Indonesia dalam proyek "Dua Negara, Dua Taman" antara China dan Indonesia sejak tahun 2021. Di antara perusahaan yang menetap di kawasan ini, terdapat satu perusahaan dengan latar belakang modal China, yaitu Wanxinda. Pendiri Wanxinda, Bapak Chen Riling, adalah seorang yang teguh menjalankan konsep Dua Negara, Dua Taman. Pada bulan Mei 2023, ia menandatangani perjanjian pembelian lahan dengan kawasan ini, dan pada tanggal 10 Desember 2023, peletakan batu pertama dilakukan. Direncanakan pada tahun 2024 akan selesai dan diserahkan pabrik seluas 1 juta meter persegi, dan dalam lima tahun ke depan akan dibangun pabrik industri dengan luas lebih dari 10 juta meter persegi, guna membantu perusahaan-perusahaan China menetap dengan cepat di Indonesia, sehingga menciptakan beberapa klaster industri yang sangat kompetitif, serta membantu Jawa Tengah menjadi pusat manufaktur kelas dunia.
Kawasan industri Jawa Tengah merupakan sabuk industri manufaktur baru di Indonesia setelah sabuk industri Jakarta-Bandung dan sabuk industri Jawa Timur. Kawasan Industri Batang juga merupakan satu-satunya kawasan industri skala besar di Pulau Jawa yang dipimpin oleh pemerintah. Pemerintah Indonesia menyediakan dukungan kebijakan sesuai standar tinggi, serta infrastruktur seperti jalan tol, pelabuhan air dalam, pengolahan limbah, pasokan air dan listrik, dengan total perencanaan seluas 4.300 hektar. Sebagai operator pihak China di Kawasan Industri Batang, Wanxinda telah menciptakan solusi penyerahan pabrik satu atap bagi perusahaan-perusahaan China untuk menetap di Indonesia. Solusi ini sangat cocok untuk perusahaan manufaktur skala menengah hingga besar, tidak hanya memperpendek siklus penetapan perusahaan, tetapi juga dilengkapi dengan opsi sewa dan beli yang fleksibel, sehingga mengurangi tekanan keuangan bagi perusahaan.
Baiklah, saya adalah Wang Zhanggui yang telah 20 tahun di Indonesia. Bergabunglah dengan Indonesia Enterprise, bantu Anda menetap di pasar Indonesia secara efisien.