Pabrik fotovoltaik Yúnchéng di Indonesia telah mulai beroperasi secara resmi untuk lini produksi sel surya dan modul, dengan kapasitas terpasang masing-masing 2,5 GW, mampu memproduksi produk PERC dan tipe-n. CEO-nya menyatakan Amerika Serikat adalah pasar penting, pada pertengahan 2025 pelanggan AS dapat membeli produk dari Indonesia, Laos, atau AS, dan pada awal 2026 akan dapat menyediakan modul buatan AS. Pabrik sel di Batam menggunakan teknologi 5G dan logistik otomatis, beroperasi sejak September 2024, dan telah mampu memenuhi permintaan pelanggan akan teknologi surya canggih. Indonesia sedang menjadi pusat kapasitas fotovoltaik baru, pabrik dari ingot hingga modul 5 GW di Jawa Tengah mulai dibangun pada September 2024, tahap pertama diperkirakan selesai pada kuartal kedua 2025; pabrik wafer 3 GW milik produsen fotovoltaik Singapura di Jakarta juga baru saja mulai dibangun, diperkirakan beroperasi pada akhir tahun.