Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia mengungkapkan bahwa selama periode Januari hingga Oktober 2024, Indonesia mengimpor 402.000 ton bawang putih senilai US$532,47 juta (setara Rp8,4 triliun). Bawang putih impor berasal dari beberapa negara asal, seperti China, India, dan Australia. Dari China sebanyak 400.840 ton atau US$529,22 juta; dari India 175 ton atau US$3,07 juta; dari Australia 2,04 ton atau US$67.000. Dari tiga negara asal utama, impor dari China paling banyak, kemudian ada sedikit bawang putih dari India dan Australia. Harga bawang putih naik pada minggu kedua November 2024. Harga bawang putih naik 1,42% dibandingkan bulan sebelumnya. Jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga pada minggu kedua November juga meningkat dibandingkan minggu sebelumnya. Harga bawang putih pada minggu kedua November naik dari Rp41.681/kg menjadi Rp41.908/kg. Kabupaten/kota dengan kenaikan harga bawang putih bertambah dari 166 daerah menjadi 196 daerah. Dibandingkan bulan sebelumnya, harga bawang putih masih naik 1,42%, dengan persentase daerah yang mengalami kenaikan sekitar 54,4%, dan rata-rata harga bawang putih di seluruh Indonesia sebesar Rp41.908.