China Development Bank (CDB) memberikan dana sebesar 448 juta dolar AS (sekitar Rp6,9 triliun) kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI). Pinjaman ini akan digunakan untuk menutupi kelebihan biaya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau yang dikenal dengan nama “Whoosh”.
Dalam dokumen penting yang diserahkan PT KAI kepada Otoritas Jasa Keuangan, pinjaman tersebut diberikan dalam dua mata uang, yaitu dolar AS dan yuan China. Pinjaman dibagi menjadi dua bagian, yaitu Pinjaman A sebesar 230,9 juta dolar AS (sekitar Rp3,6 triliun) yang dicairkan pada 7 Februari. Kedua, Pinjaman B sebesar 1,54 miliar yuan China (sekitar Rp3,3 triliun) yang dicairkan pada 5 Februari.
Pinjaman ini disalurkan kepada konsorsium Indonesia Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), perusahaan BUMN yang memegang 60% saham dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Konsorsium ini terdiri dari empat BUMN, yaitu PT KAI, perusahaan konstruksi BUMN Wijaya Karya, perusahaan layanan jalan tol BUMN Jasa Marga, dan Perkebunan Nusantara VIII. PT KAI merupakan pemegang saham terbesar.
Jumlah kelebihan biaya proyek kereta cepat telah disepakati sebesar 1,2 miliar dolar AS (sekitar Rp18,76 triliun). Penyebab kelebihan biaya adalah perbedaan biaya konstruksi kereta cepat antara China dan Indonesia, terutama dari segi pembebasan lahan, sistem sinyal, dan lainnya.
Pinjaman dari China Development Bank akan menjadi modal bagi PT KAI. Pemerintah Indonesia sebelumnya mengajukan pinjaman sebesar 550 juta dolar AS (sekitar Rp8,3 triliun) kepada bank tersebut pada awal tahun 2022. Namun, pencairan pinjaman sempat tertunda karena tingkat bunga atau bunga yang diminta Indonesia tidak sesuai dengan standar bank.
Dalam proyek kereta cepat ini, PSBI dan Beijing Yawan High-Speed Railway Co., Ltd. mendirikan perusahaan patungan bernama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Perusahaan patungan ini akan menjadi operator kereta cepat “Whoosh”. Kereta cepat “Whoosh” resmi diluncurkan pada 2 Oktober tahun lalu dan menawarkan perjalanan gratis selama dua minggu, kemudian mulai beroperasi komersial pada 17 Oktober. Sambutan masyarakat terhadap kereta cepat pertama di Asia Tenggara ini cukup antusias, terlihat dari jumlah penumpang yang terangkut, di mana dalam waktu kurang dari dua bulan sejak operasi komersial, total penumpang telah melampaui 1 juta orang.
Sumber informasi: Bisnis Indonesia
China Development Bank (CDB) memberikan dana sebesar 448 juta dolar AS (sekitar Rp6,9 triliun) kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI). Pinjaman ini akan digunakan untuk menutupi kelebihan biaya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau yang dikenal dengan nama “Whoosh”.
Dalam dokumen penting yang diserahkan PT KAI kepada Otoritas Jasa Keuangan, pinjaman tersebut diberikan dalam dua mata uang, yaitu dolar AS dan yuan China. Pinjaman dibagi menjadi dua bagian, yaitu Pinjaman A sebesar 230,9 juta dolar AS (sekitar Rp3,6 triliun) yang dicairkan pada 7 Februari. Kedua, Pinjaman B sebesar 1,54 miliar yuan China (sekitar Rp3,3 triliun) yang dicairkan pada 5 Februari.
Pinjaman ini disalurkan kepada konsorsium Indonesia Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), perusahaan BUMN yang memegang 60% saham dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Konsorsium ini terdiri dari empat BUMN, yaitu PT KAI, perusahaan konstruksi BUMN Wijaya Karya, perusahaan layanan jalan tol BUMN Jasa Marga, dan Perkebunan Nusantara VIII. PT KAI merupakan pemegang saham terbesar.
Jumlah kelebihan biaya proyek kereta cepat telah disepakati sebesar 1,2 miliar dolar AS (sekitar Rp18,76 triliun). Penyebab kelebihan biaya adalah perbedaan biaya konstruksi kereta cepat antara China dan Indonesia, terutama dari segi pembebasan lahan, sistem sinyal, dan lainnya.
Pinjaman dari China Development Bank akan menjadi modal bagi PT KAI. Pemerintah Indonesia sebelumnya mengajukan pinjaman sebesar 550 juta dolar AS (sekitar Rp8,3 triliun) kepada bank tersebut pada awal tahun 2022. Namun, pencairan pinjaman sempat tertunda karena tingkat bunga atau bunga yang diminta Indonesia tidak sesuai dengan standar bank.
Dalam proyek kereta cepat ini, PSBI dan Beijing Yawan High-Speed Railway Co., Ltd. mendirikan perusahaan patungan bernama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Perusahaan patungan ini akan menjadi operator kereta cepat “Whoosh”. Kereta cepat “Whoosh” resmi diluncurkan pada 2 Oktober tahun lalu dan menawarkan perjalanan gratis selama dua minggu, kemudian mulai beroperasi komersial pada 17 Oktober. Sambutan masyarakat terhadap kereta cepat pertama di Asia Tenggara ini cukup antusias, terlihat dari jumlah penumpang yang terangkut, di mana dalam waktu kurang dari dua bulan sejak operasi komersial, total penumpang telah melampaui 1 juta orang.
Sumber informasi: Bisnis Indonesia