Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan memastikan kemudahan bagi calon investor baru asal Tiongkok yang ingin berinvestasi di Indonesia. Sekretaris Jenderal Kemenperin menyatakan bahwa langkah-langkah kemudahan yang diberikan pemerintah meliputi bentuk pengurangan pajak seperti tax holiday, tax allowance, dan pengurangan pajak berlebih (super tax deduction). Informasi ini disampaikan dalam acara "Indonesia-Tiongkok Matching Bisnis dan Kerja Sama Industri" yang digelar di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta. Ia mengatakan bahwa pemerintah memberikan kemudahan bagi calon investor untuk mendirikan usaha di Indonesia, serta menyediakan insentif yang diperlukan dalam bentuk insentif fiskal dan non-fiskal. Pemerintah juga akan menghilangkan hambatan sehingga kegiatan investasi dan bisnis menjadi lebih mudah. Hingga tahun 2023, Kemenperin telah melatih 38.387 tenaga kerja industri melalui program pelatihan sumber daya manusia industri dan penyediaan pendidikan vokasi industri, guna meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia industri. Oleh karena itu, kehadiran delegasi Tiongkok dalam acara ini sesuai dengan keinginan pemerintah. Ia berharap para perwakilan Tiongkok dan Indonesia dapat memanfaatkan acara ini untuk membangun jaringan kerja sama dan investasi dalam pengembangan industri kedua negara.
Tiongkok merupakan negara asal investasi terbesar kedua di Indonesia. Dalam dua dekade terakhir, volume perdagangan bilateral di bidang ekspor dan impor antara kedua negara mencapai 127,8 miliar dolar AS pada tahun 2023, dengan pertumbuhan positif 19% dari tahun 2019 hingga 2023. Selain itu, dari tahun 2019 hingga 2023, investasi Tiongkok mencapai 28,4 miliar dolar AS, di mana investasi di sektor manufaktur menyumbang porsi terbesar terhadap investasi di Indonesia, yaitu 54% atau setara 15,4 miliar dolar AS. Indonesia dan Tiongkok sama-sama negara yang luas, berpenduduk banyak, dan memiliki sejarah panjang. Sejak pemulihan hubungan diplomatik pada tahun 1990, kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok telah berkembang secara menyeluruh.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan memastikan kemudahan bagi calon investor baru asal Tiongkok yang ingin berinvestasi di Indonesia. Sekretaris Jenderal Kemenperin menyatakan bahwa langkah-langkah kemudahan yang diberikan pemerintah meliputi bentuk pengurangan pajak seperti tax holiday, tax allowance, dan pengurangan pajak berlebih (super tax deduction). Informasi ini disampaikan dalam acara "Indonesia-Tiongkok Matching Bisnis dan Kerja Sama Industri" yang digelar di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta. Ia mengatakan bahwa pemerintah memberikan kemudahan bagi calon investor untuk mendirikan usaha di Indonesia, serta menyediakan insentif yang diperlukan dalam bentuk insentif fiskal dan non-fiskal. Pemerintah juga akan menghilangkan hambatan sehingga kegiatan investasi dan bisnis menjadi lebih mudah. Hingga tahun 2023, Kemenperin telah melatih 38.387 tenaga kerja industri melalui program pelatihan sumber daya manusia industri dan penyediaan pendidikan vokasi industri, guna meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia industri. Oleh karena itu, kehadiran delegasi Tiongkok dalam acara ini sesuai dengan keinginan pemerintah. Ia berharap para perwakilan Tiongkok dan Indonesia dapat memanfaatkan acara ini untuk membangun jaringan kerja sama dan investasi dalam pengembangan industri kedua negara.
Tiongkok merupakan negara asal investasi terbesar kedua di Indonesia. Dalam dua dekade terakhir, volume perdagangan bilateral di bidang ekspor dan impor antara kedua negara mencapai 127,8 miliar dolar AS pada tahun 2023, dengan pertumbuhan positif 19% dari tahun 2019 hingga 2023. Selain itu, dari tahun 2019 hingga 2023, investasi Tiongkok mencapai 28,4 miliar dolar AS, di mana investasi di sektor manufaktur menyumbang porsi terbesar terhadap investasi di Indonesia, yaitu 54% atau setara 15,4 miliar dolar AS. Indonesia dan Tiongkok sama-sama negara yang luas, berpenduduk banyak, dan memiliki sejarah panjang. Sejak pemulihan hubungan diplomatik pada tahun 1990, kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok telah berkembang secara menyeluruh.