Longpan Technology baru-baru ini mengumumkan investasi asing. Anak perusahaan yang dikuasai, Liyuan Asia Pasifik, berencana melalui anak perusahaan sepenuhnya Liyuan Indonesia Batang, untuk membangun Proyek Bahan Katoda Baterai New Energy Tahap III Liyuan Indonesia di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah, Indonesia. Proyek dengan total investasi diperkirakan 160 juta dolar AS, setara sekitar 1,088 miliar yuan, dengan rencana produksi tahunan 120.000 ton litium besi fosfat generasi kedua dan ketiga. Longpan Technology, berdasarkan porsi sahamnya, diperkirakan menyumbang 377 juta yuan. Modal perusahaan proyek sebesar 300 miliar rupiah, setara 112 juta yuan, seluruhnya dalam bentuk tunai, dengan sumber dana mencakup dana sendiri, pinjaman bank, dan dana swadana. Proyek dijadwalkan mulai konstruksi Juli 2026, dengan periode konstruksi 12 bulan. Investasi ini didasarkan pada latar belakang industri yang beragam: ekspansi global kendaraan energi baru dan industri penyimpanan energi mendorong peningkatan permintaan litium besi fosfat di luar negeri. Saat ini, kapasitas produksi global untuk jenis ini sangat terkonsentrasi di China, dengan kesenjangan pasokan luar negeri yang jelas. Perusahaan juga telah menjalin kerja sama dengan beberapa produsen baterai terkemuka luar negeri. Investasi ini telah mendapat persetujuan dewan direksi, masih memerlukan persetujuan rapat umum pemegang saham, serta pendaftaran dan persetujuan dari departemen terkait China dan Indonesia. Ini bukan transaksi afiliasi, juga bukan restrukturisasi aset besar. Ekspansi luar negeri Longpan Technology telah mencapai hasil yang signifikan. Pada 2025, pendapatan luar negeri sebesar 1,219 miliar yuan, meningkat tajam 1553,91%, aset luar negeri sebesar 3,046 miliar yuan, atau 16,32% dari total aset. Anak perusahaan Liyuan Indonesia mencatat pendapatan 895 juta yuan dan laba bersih 63,2914 juta yuan. Jalur produksi Tahap I sebesar 30.000 ton mulai beroperasi pada 2025, jalur Tahap II sebesar 90.000 ton sedang dalam instalasi dan pengujian. Pada 2025, perusahaan mendanai proyek Indonesia melalui beberapa putaran pendanaan, dengan memperkenalkan investor lokal Indonesia, LG Energy Solution, dan menerbitkan saham H, mengumpulkan dana besar. Pada saat yang sama, perusahaan mengadakan pelatihan budaya Indonesia dan multibahasa untuk meningkatkan kemampuan adaptasi karyawan di luar negeri. Perusahaan menyatakan bahwa proyek Tahap III dapat menyempurnakan kapasitas produksi lokal di luar negeri, mendekatkan ke pelanggan hilir luar negeri, serta memperluas saluran pelanggan baru, namun investasi ini tidak akan berdampak signifikan pada pendapatan dan laba bersih tahun 2026.