Pertemuan kedua Dewan Pengurus ke-9 Kamar Dagang China-Indonesia baru-baru ini diadakan di Jakarta. Pertemuan memilih 6 wakil ketua eksekutif dan 12 ketua asosiasi sektor industri, serta mengesahkan "Ketentuan Tugas dan Aturan Kerja Komite Eksekutif Dewan". Struktur baru berfokus pada misi inti kamar dagang untuk mendorong reformasi dan penyesuaian, dengan orientasi memperkuat efisiensi dan membantu perusahaan Tiongkok memperdalam pasar Indonesia, sehingga memberikan dorongan baru bagi tatanan perdagangan bilateral dan memperkuat kerja sama pragmatis. Deputi Menteri Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia Li Hongwei, Konselor Wu Zhiwei, serta Ketua KDCI Sun Shangbin hadir dan memberikan pidato. 60 anggota dewan kamar dagang menghadiri pertemuan tersebut. Pertemuan menekankan bahwa kamar dagang harus: pertama, fokus pada bisnis inti dan menerapkan kebijakan yang tepat sasaran. 6 wakil ketua eksekutif yang baru ditunjuk akan bertanggung jawab atas enam fungsi: "promosi, penelitian, fasilitasi, bimbingan, layanan, dan jaminan". Sementara itu, kamar dagang mendirikan 12 asosiasi sektor industri berdasarkan karakteristik industri dan permintaan pasar, termasuk energi baru, perdagangan dan jasa, energi dan komoditas, informasi dan komunikasi, pertambangan dan metalurgi, e-commerce dan ekonomi platform, listrik dan otomotif, infrastruktur, mesin konstruksi, kawasan industri dan manufaktur, pertanian-kehutanan-perikanan dan barang konsumsi, serta logistik dan keuangan. Struktur baru secara tepat berfokus pada kebutuhan perusahaan, dengan koordinasi industri sebagai landasan, melalui pembangunan platform pertukaran yang efisien, mendorong kerja sama lokal, memperkuat branding perusahaan, serta melindungi keamanan dan hak perusahaan, guna meningkatkan efisiensi layanan kamar dagang dan membantu perusahaan menggali potensi pasar Indonesia lebih lanjut, mencapai pembangunan berkelanjutan. Kedua, bertindak pragmatis dan meningkatkan efisiensi. Menghadapi lingkungan pasar Indonesia yang semakin beragam, seluruh anggota kamar dagang akan segera beradaptasi dengan struktur pasar baru, memahami kebutuhan industri, dan bertindak tepat sasaran. Kamar dagang akan mengorganisir anggota untuk berpartisipasi secara mendalam dalam pembangunan lokal, memperkuat kerja sama dengan pemerintah Indonesia, asosiasi industri dan perusahaan China-Indonesia, serta mendorong pengembangan di bidang-bidang penting seperti energi, infrastruktur, dan ekonomi digital. Melalui pembangunan platform pertukaran yang efisien, kamar dagang akan memperluas pengaruhnya di pasar Indonesia dan menciptakan kondisi yang lebih menguntungkan bagi kerja sama ekonomi dan perdagangan China-Indonesia. Ketiga, menekankan pelaksanaan dan berorientasi pada hasil. Untuk memastikan tercapainya target yang ditetapkan, kamar dagang menetapkan pendekatan kerja dari "berorientasi masalah" ke "berorientasi hasil", dengan menyusun jadwal dan peta jalan yang rinci untuk memastikan kemajuan tepat waktu dari setiap tugas. Sementara itu, kamar dagang akan membangun mekanisme evaluasi berdasarkan hasil aktual, mengontrol kualitas pelaksanaan secara ketat, dan mendorong setiap departemen untuk bekerja secara pragmatis. Melalui serangkaian langkah nyata ini, kamar dagang berusaha meningkatkan rasa memiliki anggota melalui hasil konkret, serta lebih meningkatkan kepercayaan pasar dan daya saing. Keempat, menegakkan disiplin dan memperkuat jaminan. Operasi yang efisien memerlukan manajemen yang teratur. Setiap departemen kamar dagang harus mematuhi peraturan dan tanggung jawab secara ketat. Pada saat yang sama, pengawasan internal terus dilakukan, evaluasi kinerja diterapkan, dan manajemen berbasis data mendorong jaminan pembangunan. Kelima, bersatu hati dan mengumpulkan kebijaksanaan. Budaya dan keunggulan ekonomi Indonesia yang unik memberikan potensi besar bagi perusahaan Tiongkok. Seluruh anggota kamar dagang akan bekerja sama, memanfaatkan kebijaksanaan kolektif, dengan prinsip kerja sama terbuka, bersama-sama mengeksplorasi model baru kerja sama ekonomi dan perdagangan, serta menciptakan ekosistem kerja sama yang lebih efisien dan saling menguntungkan. Penyesuaian struktur ini merupakan tonggak penting dalam pengembangan kamar dagang. Ke depannya, kamar dagang akan terus berupaya tanpa henti, dengan basis organisasi yang lebih kokoh dan langkah-langkah inovatif, untuk membantu perusahaan Tiongkok meraih kemajuan di tanah subur Indonesia, serta memberikan dorongan lebih besar bagi kerja sama bilateral China-Indonesia.
Rencana Reformasi Mendalam Kamar Dagang China-Indonesia Dorong Pengembangan Perusahaan Tiongkok
Pertemuan kedua Dewan Pengurus ke-9 Kamar Dagang China-Indonesia baru-baru ini diadakan di Jakarta. Pertemuan memilih 6 wakil ketua eksekutif dan 12 ketua asosiasi sektor industri, serta mengesahkan "Ketentuan Tugas dan Aturan Kerja Komite Eksekutif Dewan". Struktur baru berfokus pada misi inti kamar dagang untuk mendorong reformasi dan penyesuaian, dengan orientasi memperkuat efisiensi dan membantu perusahaan Tiongkok memperdalam pasar Indonesia, sehingga memberikan dorongan baru bagi tatanan perdagangan bilateral dan memperkuat kerja sama pragmatis. Deputi Menteri Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia Li Hongwei, Konselor Wu Zhiwei, serta Ketua KDCI Sun Shangbin hadir dan memberikan pidato. 60 anggota dewan kamar dagang menghadiri pertemuan tersebut. Pertemuan menekankan bahwa kamar dagang harus: pertama, fokus pada bisnis inti dan menerapkan kebijakan yang tepat sasaran. 6 wakil ketua eksekutif yang baru ditunjuk akan bertanggung jawab atas enam fungsi: "promosi, penelitian, fasilitasi, bimbingan, layanan, dan jaminan". Sementara itu, kamar dagang mendirikan 12 asosiasi sektor industri berdasarkan karakteristik industri dan permintaan pasar, termasuk energi baru, perdagangan dan jasa, energi dan komoditas, informasi dan komunikasi, pertambangan dan metalurgi, e-commerce dan ekonomi platform, listrik dan otomotif, infrastruktur, mesin konstruksi, kawasan industri dan manufaktur, pertanian-kehutanan-perikanan dan barang konsumsi, serta logistik dan keuangan. Struktur baru secara tepat berfokus pada kebutuhan perusahaan, dengan koordinasi industri sebagai landasan, melalui pembangunan platform pertukaran yang efisien, mendorong kerja sama lokal, memperkuat branding perusahaan, serta melindungi keamanan dan hak perusahaan, guna meningkatkan efisiensi layanan kamar dagang dan membantu perusahaan menggali potensi pasar Indonesia lebih lanjut, mencapai pembangunan berkelanjutan. Kedua, bertindak pragmatis dan meningkatkan efisiensi. Menghadapi lingkungan pasar Indonesia yang semakin beragam, seluruh anggota kamar dagang akan segera beradaptasi dengan struktur pasar baru, memahami kebutuhan industri, dan bertindak tepat sasaran. Kamar dagang akan mengorganisir anggota untuk berpartisipasi secara mendalam dalam pembangunan lokal, memperkuat kerja sama dengan pemerintah Indonesia, asosiasi industri dan perusahaan China-Indonesia, serta mendorong pengembangan di bidang-bidang penting seperti energi, infrastruktur, dan ekonomi digital. Melalui pembangunan platform pertukaran yang efisien, kamar dagang akan memperluas pengaruhnya di pasar Indonesia dan menciptakan kondisi yang lebih menguntungkan bagi kerja sama ekonomi dan perdagangan China-Indonesia. Ketiga, menekankan pelaksanaan dan berorientasi pada hasil. Untuk memastikan tercapainya target yang ditetapkan, kamar dagang menetapkan pendekatan kerja dari "berorientasi masalah" ke "berorientasi hasil", dengan menyusun jadwal dan peta jalan yang rinci untuk memastikan kemajuan tepat waktu dari setiap tugas. Sementara itu, kamar dagang akan membangun mekanisme evaluasi berdasarkan hasil aktual, mengontrol kualitas pelaksanaan secara ketat, dan mendorong setiap departemen untuk bekerja secara pragmatis. Melalui serangkaian langkah nyata ini, kamar dagang berusaha meningkatkan rasa memiliki anggota melalui hasil konkret, serta lebih meningkatkan kepercayaan pasar dan daya saing. Keempat, menegakkan disiplin dan memperkuat jaminan. Operasi yang efisien memerlukan manajemen yang teratur. Setiap departemen kamar dagang harus mematuhi peraturan dan tanggung jawab secara ketat. Pada saat yang sama, pengawasan internal terus dilakukan, evaluasi kinerja diterapkan, dan manajemen berbasis data mendorong jaminan pembangunan. Kelima, bersatu hati dan mengumpulkan kebijaksanaan. Budaya dan keunggulan ekonomi Indonesia yang unik memberikan potensi besar bagi perusahaan Tiongkok. Seluruh anggota kamar dagang akan bekerja sama, memanfaatkan kebijaksanaan kolektif, dengan prinsip kerja sama terbuka, bersama-sama mengeksplorasi model baru kerja sama ekonomi dan perdagangan, serta menciptakan ekosistem kerja sama yang lebih efisien dan saling menguntungkan. Penyesuaian struktur ini merupakan tonggak penting dalam pengembangan kamar dagang. Ke depannya, kamar dagang akan terus berupaya tanpa henti, dengan basis organisasi yang lebih kokoh dan langkah-langkah inovatif, untuk membantu perusahaan Tiongkok meraih kemajuan di tanah subur Indonesia, serta memberikan dorongan lebih besar bagi kerja sama bilateral China-Indonesia.