PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID), holding BUMN tambang Indonesia, tetap mencatatkan kinerja keuangan yang solid di tahun 2025 di tengah ketegangan geopolitik global dan tekanan makroekonomi. Saat ini, proses audit keuangan konsolidasi tahun 2025 masih berlangsung. Dalam sidang dengar pendapat dengan Komisi DPR baru-baru ini, Direktur Utama MIND ID mengumumkan data kinerja awal: laba bersih perusahaan mencapai Rp29 triliun, melampaui target sebesar 13%; pendapatan Rp159 triliun, melampaui target sebesar 4%; EBITDA Rp42 triliun, 3% lebih tinggi dari target. Ia menyatakan bahwa pencapaian ini diraih di tengah tantangan eksternal yang kompleks melalui optimalisasi efisiensi operasional dan pengendalian biaya yang ketat. Di sisi produksi, sejumlah anak perusahaan mencatatkan pencapaian melampaui target atau pertumbuhan signifikan: Produksi aluminium murni Inalum mencapai 280.000 ton, melampaui target 275.000 ton; produksi batubara PTBA mencapai 49,5 juta ton, tumbuh 5% year-on-year; produksi bauksit ANTAM melonjak 85% menjadi 5,3 juta wet metric ton, produksi timah meningkat 63% menjadi 29.100 ton, dan produksi feronikel tumbuh 14% menjadi 18.400 ton. Memasuki tahun 2026, MIND ID berencana meningkatkan produksi emas sekitar 6% melalui Antam dan PT Freeport Indonesia; target produksi feronikel dipertahankan pada kenaikan 14%, sementara pabrik Sorowako Vale direncanakan menjalani perawatan, dengan target produk feronikel sebesar 68.000 ton. Ia menyatakan bahwa ke depan MIND ID akan fokus mendorong proyek hilirisasi bernilai tambah tinggi, menyempurnakan sistem manajemen risiko, dan meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional. Perusahaan menetapkan tahun 2026 sebagai tahun fondasi kunci untuk mewujudkan strategi jangka panjang, dengan upaya meningkatkan keberlanjutan dan nilai portofolio aset pertambangan. Memperoleh izin usaha pertambangan (RKAB) tepat waktu, menjamin pasokan peralatan produksi, dan meningkatkan kapasitas logistik pendukung akan menjadi kunci pencapaian target operasional tahunan.