Perusahaan Baterai Indonesia bekerja sama dengan Ningbo Brunp Recycling milik CATL membangun pabrik baterai lithium di Karawang yang direncanakan beroperasi pada Juli 2026. Saat ini, progres persiapan konstruksi proyek secara keseluruhan telah mencapai 90%, dan Presiden Prabowo diperkirakan akan menghadiri upacara peresmian. Menurut Presiden Direktur Perusahaan Baterai Indonesia, pabrik baterai patungan ini memiliki kapasitas produksi tahunan hingga 6,9 GWh. Setelah beroperasi, akan diproduksi dua jenis baterai daya utama, yaitu baterai lithium ternary dan baterai lithium besi fosfat, dengan pembagian kapasitas yang jelas: baterai lithium besi fosfat mencakup 80%, dan baterai lithium ternary 20%. Kedua jenis baterai memiliki fokus skenario aplikasi yang berbeda: baterai lithium besi fosfat memiliki cakupan penggunaan yang lebih luas, selain digunakan pada kendaraan listrik, juga dapat digunakan pada sistem penyimpanan energi untuk proyek pembangkit listrik tenaga surya dan pusat data; baterai lithium ternary secara khusus dipasok untuk kendaraan listrik. Dalam hal strategi pasar, perusahaan telah menentukan mitra pembelian potensial, dan skala pasokan produk akan disesuaikan secara fleksibel berdasarkan kebutuhan aktual perusahaan otomotif bermerek lokal Indonesia. Saat ini, tingkat adopsi kendaraan listrik di Indonesia terus meningkat, permintaan pembangunan fasilitas penyimpanan energi meningkat secara stabil, dan prospek pasar baterai lokal semakin baik. Pada saat yang sama, pabrik telah menyempurnakan rencana saluran ekspor. Baterai lithium ternary terutama diekspor ke Jerman untuk memenuhi kebutuhan bahan baku produksi pabrikan otomotif lokal; baterai penyimpanan energi lithium besi fosfat menyasar pasar Jepang untuk memenuhi pesanan industri penyimpanan energi lokal. Untuk membangun sistem industri lithium yang lengkap di dalam negeri, perusahaan secara aktif mendorong pengembangan tenaga profesional. Perusahaan mengirim 600 karyawan ke China untuk studi lanjutan guna mempelajari teknologi inti penelitian dan pengembangan serta produksi baterai, dan berupaya membangun tim insinyur profesional lokal; pada saat yang sama, menjalin kerja sama riset dan industri dengan universitas lokal Indonesia untuk memperkuat basis cadangan tenaga kerja industri. Pabrik ini akan secara signifikan meningkatkan kemampuan swasembada baterai lithium lokal Indonesia dan menyempurnakan rantai industri hilir sumber daya nikel. Produknya melayani kebutuhan domestik dan ekspor, tidak hanya mendukung pengembangan kendaraan listrik dan industri penyimpanan energi dalam negeri, tetapi juga memperluas pasar luar negeri melalui perdagangan ekspor, mendorong Indonesia untuk menempati posisi yang lebih penting dalam rantai pasokan industri baterai lithium global.