Tiga proyek pembangkit listrik panas bumi milik PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) berhasil masuk dalam Daftar Proyek Prioritas Pinjaman Luar Negeri Tahun 2026 (Green Book 2026) yang diterbitkan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, dengan total dukungan pendanaan internasional sebesar US$477,87 juta. Ketiga proyek tersebut adalah unit 3 dan 4 Pembangkit Listrik Panas Bumi Lumut Balai dengan kapasitas masing-masing 55 MW, serta unit 7 dan 8 Pembangkit Listrik Panas Bumi Lahendong dengan total kapasitas 50 MW. Presiden Direktur PGE menyatakan bahwa masuknya proyek dalam daftar ini merupakan pengakuan terhadap persiapan proyek dan juga menunjukkan kepercayaan investor terhadap kemampuan perusahaan. Pada kuartal pertama 2026, laba bersih PGE mencapai US$43,9 juta, tumbuh 40% secara tahunan, kinerja keuangan yang gemilang semakin meningkatkan kepercayaan berbagai investor. Setelah masuk dalam daftar, proyek dapat mengakses berbagai sumber dana internasional dengan lancar, meningkatkan pengaruh perusahaan di antara mitra global dan lembaga pendanaan. Sumber pendanaan dan perencanaan kali ini jelas: Unit 3 Lumut Balai ditargetkan beroperasi pada 2030, mendapat pinjaman sebesar US$158,86 juta dari Japan International Cooperation Agency (JICA); Unit 4 di wilayah yang sama dijadwalkan beroperasi pada 2032, juga mendapat dana US$148,97 juta dari JICA; Unit 7 dan 8 Lahendong ditargetkan beroperasi pada 2030, mendapatkan pendanaan sebesar US$170,04 juta dari Bank Dunia. Dana ini termasuk pinjaman lunak dalam bentuk on-lending, yang memiliki keunggulan utama suku bunga rendah dan jangka waktu panjang, mampu mengoptimalkan struktur pendanaan perusahaan, mengendalikan biaya pinjaman, dan secara efektif meningkatkan keekonomian proyek. Sebelumnya, ketiga proyek tersebut telah dimasukkan dalam Daftar Pinjaman Luar Negeri Jangka Menengah 2025-2029, dan telah melewati berbagai audit ketat terkait aspek teknis, keuangan, lingkungan, dan fasilitas pendukung. Selain itu, ketiga proyek ini merupakan bagian penting dari rencana keseluruhan PGE untuk meningkatkan total kapasitas terpasang panas bumi menjadi 3 GW. Dari segi tata letak industri dan manfaat regional, dua unit Lumut Balai berlokasi di Provinsi Sumatera Selatan, akan semakin memperluas tata letak industri panas bumi perusahaan di Sumatera; proyek Lahendong yang terletak di Provinsi Sulawesi Utara setelah beroperasi akan meningkatkan pangsa pasokan listrik panas bumi lokal dari sekitar 30% menjadi 35%-40%. Setelah semua proyek selesai, akan secara signifikan meningkatkan pasokan listrik rendah karbon, membantu Indonesia dalam mendorong strategi transisi energi secara bertahap, dan terus menyempurnakan struktur energi bersih nasional.