Pemerintah Indonesia mengumumkan akan secara bertahap menghapus pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD), dan pasokan listrik di masa depan akan digantikan oleh pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Rencana ini merupakan bagian penting dari target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya 100 GW yang sebelumnya diajukan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral di Jakarta menyatakan bahwa daerah yang saat ini masih mengandalkan pembangkit listrik tenaga diesel akan secara bertahap dikonversi menjadi pasokan tenaga surya. Ia mengungkapkan bahwa Kementerian Energi melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan dan Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan telah menyelesaikan perencanaan, dan mengidentifikasi lebih dari 30 lokasi prioritas pembangunan pembangkit listrik tenaga surya, yang terkonsentrasi di wilayah Indonesia Timur, area yang saat ini masih sangat bergantung pada pembangkit listrik tenaga diesel dan memiliki kebutuhan transisi paling mendesak. Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral juga mengumumkan bahwa pemerintah berencana secara resmi memulai proyek penggantian pembangkit listrik diesel setelah Idul Fitri, dengan prioritas mengubah pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar diesel menjadi proyek pembangkit listrik tenaga surya dan panas bumi. Ia menekankan bahwa ini adalah langkah kunci dalam transisi energi yang harus diimplementasikan secara menyeluruh. Tujuan inti dari rencana transisi energi ini adalah memaksimalkan potensi energi terbarukan domestik Indonesia, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, dan dengan demikian meningkatkan ketahanan energi nasional, sehingga terhindar dari dampak fluktuasi harga energi global dan konflik geopolitik. Menteri menyatakan bahwa dengan mengembangkan energi bersih domestik secara maksimal, Indonesia dapat secara efektif mengurangi risiko impor energi dan menjamin keamanan energi nasional. Seiring dengan dihapuskannya secara bertahap pembangkit listrik diesel, energi bersih seperti tenaga surya dan panas bumi akan mengambil peran yang lebih penting dalam struktur ketenagalistrikan Indonesia.Pemerintah berharap melalui transisi ini, dapat mewujudkan perlindungan lingkungan dan pengurangan karbon sekaligus menstabilkan harga listrik dan meningkatkan keandalan pasokan listrik di daerah terpencil, yang pada akhirnya mendorong sistem energi nasional menuju arah yang lebih bersih dan berkelanjutan.