Bagi manufaktur yang ingin memilih lokasi di Indonesia, penting untuk memahami tiga zona industri utama di Pulau Jawa. Di Pulau Jawa, zona industri manufaktur utama dari barat ke timur terbagi menjadi tiga bagian, yaitu Zona Industri Jakarta-Bandung (Jakwan), Zona Industri Jawa Tengah, dan Zona Industri Jawa Timur. Di antara ketiga zona ini, Zona Industri Jakarta-Bandung telah dikembangkan selama lebih dari 40 tahun, dengan Jakarta sebagai pusatnya, membentang sepanjang 120 km dari barat ke timur. Di sisi barat terdapat kawasan industri skala besar seperti Millennium Industrial Estate, Modern Cikande Industrial Estate, dan Xiashangzhou Industrial Park, sedangkan di sisi timur lebih terkonsentrasi, mencakup Jababeka Industrial Park, Marunda Industrial Park, Sinar Mas Industrial Park, Lippo Industrial Park, serta dua kawasan industri dengan latar belakang Tiongkok, yaitu Kawasan Kerja Sama Ekonomi Tiongkok-Indonesia dan Kawasan Industri CFLD. Keunggulan Zona Industri Jakarta-Bandung adalah fasilitas pendukung yang matang, cocok untuk industri teknologi tinggi dan bernilai tambah tinggi. Kelemahannya adalah biaya tanah dan tenaga kerja yang relatif tinggi, dengan harga tanah rata-rata di atas 1.000 RMB per meter persegi dan upah minimum tenaga kerja mencapai 2.600 RMB. Peringkat kedua adalah Zona Industri Jawa Timur, dengan ibu kota provinsi Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia. Kawasan industri yang tersebar di sekitar Surabaya meliputi Kawasan Industri Gresik dan Kawasan Industri Maspion (Jin Feng). Karena dekat dengan pelabuhan air dalam, kedua kawasan ini sangat cocok untuk industri berat dan kimia. Perusahaan Tiongkok seperti Xinyi Glass dan Hailiang Copper Foil berlokasi di sini. Biaya tanah dan tenaga kerja setara dengan Zona Industri Jakarta-Bandung. Peringkat ketiga adalah Zona Industri Jawa Tengah, yang merupakan basis manufaktur baru di Indonesia. Ibu kota provinsinya adalah Semarang. Di sekitarnya, dari barat ke timur, terdapat Kawasan Industri Batang-Wanxinda, Kawasan Industri Kendal, dan Kawasan Industri JIPS. Dibandingkan dengan dua zona sebelumnya, Zona Industri Jawa Tengah memiliki biaya tanah dan tenaga kerja yang lebih murah, dengan harga tanah rata-rata 500-1.000 RMB dan upah minimum sekitar 1.600 RMB. Oleh karena itu, banyak industri padat karya seperti tekstil, koper, alas kaki, furnitur, dll. memilih untuk berlokasi di sini. Selama setahun terakhir, Indonesia terus memperketat impor barang jadi, bahkan baru-baru ini meluncurkan operasi khusus pemberantasan impor ilegal selama enam bulan. Model perdagangan lintas batas untuk barang jadi semakin sulit, yang berarti peluang untuk mendirikan pabrik dan membangun rantai pasok lokal semakin besar.