Utusan Khusus Presiden untuk Urusan Iklim dan Energi Indonesia baru-baru ini menyatakan secara terbuka di pameran Kongres Asosiasi Perminyakan Indonesia ke-50 yang diadakan di Kabupaten Tangerang bahwa Indonesia berpegang pada posisi negara netral, berkomitmen untuk melindungi hak dan kepentingan sah semua investor asing di negaranya, dan atribut netral yang unggul menjadi landasan yang kokoh untuk menarik modal internasional. Negara akan memberikan perlindungan hukum yang lengkap untuk kepemilikan aset dan operasi sehari-hari perusahaan asing, serta menjamin kelangsungan bisnis berbagai investor asing dalam jangka panjang dan stabil. Dia mengungkapkan bahwa sebelumnya ia telah menemani investor Rusia yang berminat untuk berinvestasi di Indonesia untuk menghadap presiden, yang cukup menunjukkan sikap terbuka Indonesia terhadap kerja sama asing. Indonesia menganut prinsip penerimaan tanpa diskriminasi terhadap investasi asing, tidak akan bergantung pada kubu politik tertentu untuk menentukan lingkup kerja sama. Saat ini, banyak negara terkena dampak konflik internasional dan sering terjadi praktik diskriminasi keuangan; Indonesia berjanji bahwa investor di dalam negerinya tidak akan mengalami perlakuan tidak adil seperti itu. Baik investor Rusia, maupun perusahaan Tiongkok seperti CNPC dan Sinopec, serta modal dari seluruh dunia, semuanya dapat beroperasi dengan tenang, dan hak investasi yang sah dilindungi di tingkat negara. Dengan mengandalkan lingkungan investasi yang adil dan inklusif, Indonesia berupaya meningkatkan daya saing regional, menjadi pusat pengembangan industri energi dan teknologi tinggi di Asia Tenggara. Komitmen keamanan investasi yang dibuat di tingkat presiden dapat secara efektif meningkatkan kepercayaan investor asing, mendorong modal untuk mendalami industri strategis negara seperti pertambangan dan energi, serta melakukan tata letak bisnis jangka panjang dan ekspansi skala. Dia menyimpulkan bahwa stabilitas politik, ketertiban sosial, dan kepatuhan terhadap semangat kontrak bisnis, ketiga elemen ini bersama-sama membangun keunggulan inti Indonesia dalam menarik investasi asing, dan juga menjadi dukungan kunci untuk perkembangan kerja sama ekonomi dan perdagangan yang stabil di masa depan. Ke depan, Indonesia akan memegang teguh kebijakan luar negeri yang netral dan terbuka, terus membuka pintu kerja sama, menarik modal global dengan sistem perlindungan hak yang lengkap, memanfaatkan investasi asing untuk mendorong peningkatan industri energi dan teknologi tinggi dalam negeri, serta memperkuat posisi pentingnya dalam lanskap ekonomi regional Asia Tenggara.