Perusahaan Bahan Baterai Indonesia (PT Merdeka Battery Materials Tbk, disingkat MBMA, anak perusahaan dari perusahaan tembaga-emas) merilis laporan gabungan sumber daya mineral dan cadangan bijih tahun 2025. Data menunjukkan peningkatan signifikan dalam sumber daya dan cadangan bijih nikel, memberikan landasan yang kokoh untuk operasi produksi jangka menengah dan panjang perusahaan. Tambang Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) di bawahnya mencatat peningkatan besar dalam total cadangan bijih, mencapai 578,8 juta ton basah (setara 358,2 juta ton kering), dengan kadar nikel 1,23% dan kandungan logam nikel 4,4 juta ton, peningkatan tahun-ke-tahun sebesar 48%. Sementara itu, sumber daya mineral tambang SCM mencapai 1.549,3 juta ton basah (setara 958,9 juta ton kering), dengan kandungan logam nikel sekitar 11,8 juta ton, semakin memperluas skala sumber daya.
Lonjakan cadangan ini berkat kelancaran kegiatan eksplorasi lanjutan, pembaruan model geologi, dan optimalisasi rencana tambang perusahaan. Basis cadangan yang lebih stabil menyediakan pasokan bijih nikel yang andal untuk operasi tambang berkelanjutan MBMA serta fasilitas peleburan hilir, mencakup pabrik peleburan Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) dan proyek peleburan High-Pressure Acid Leach (HPAL). Menghadapi tahun 2026, MBMA menetapkan target produksi yang jelas: target produksi bijih nikel saprolit 8–10 juta ton basah, target bijih nikel limonit 20–25 juta ton basah. Perusahaan juga berencana mencapai swasembada penuh bijih nikel saprolit untuk pabrik RKEF pada tahun 2026, tidak lagi bergantung pada pembelian eksternal.
Serangkaian kemajuan ini semakin memperkuat strategi integrasi vertikal MBMA dalam rantai pasokan baterai kendaraan listrik, meningkatkan fleksibilitas operasional dan manfaat ekonomi jangka panjang. Direktur Utama MBMA menyatakan bahwa pertumbuhan cadangan ini sepenuhnya mencerminkan kekuatan aset dan stabilitas pelaksanaan di lapangan perusahaan. Basis sumber daya yang lebih kokoh membuat perusahaan lebih unggul dalam memastikan operasi berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang. Ke depannya, MBMA akan terus melanjutkan kegiatan eksplorasi, mempercepat konversi sumber daya mineral menjadi cadangan yang dapat ditambang, memperpanjang umur tambang, mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, serta memperkuat posisi pentingnya dalam industri nikel Indonesia dan rantai pasokan baterai global.
Perusahaan Bahan Baterai Indonesia (PT Merdeka Battery Materials Tbk, disingkat MBMA, anak perusahaan dari perusahaan tembaga-emas) merilis laporan gabungan sumber daya mineral dan cadangan bijih tahun 2025. Data menunjukkan peningkatan signifikan dalam sumber daya dan cadangan bijih nikel, memberikan landasan yang kokoh untuk operasi produksi jangka menengah dan panjang perusahaan. Tambang Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) di bawahnya mencatat peningkatan besar dalam total cadangan bijih, mencapai 578,8 juta ton basah (setara 358,2 juta ton kering), dengan kadar nikel 1,23% dan kandungan logam nikel 4,4 juta ton, peningkatan tahun-ke-tahun sebesar 48%. Sementara itu, sumber daya mineral tambang SCM mencapai 1.549,3 juta ton basah (setara 958,9 juta ton kering), dengan kandungan logam nikel sekitar 11,8 juta ton, semakin memperluas skala sumber daya.
Lonjakan cadangan ini berkat kelancaran kegiatan eksplorasi lanjutan, pembaruan model geologi, dan optimalisasi rencana tambang perusahaan. Basis cadangan yang lebih stabil menyediakan pasokan bijih nikel yang andal untuk operasi tambang berkelanjutan MBMA serta fasilitas peleburan hilir, mencakup pabrik peleburan Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) dan proyek peleburan High-Pressure Acid Leach (HPAL). Menghadapi tahun 2026, MBMA menetapkan target produksi yang jelas: target produksi bijih nikel saprolit 8–10 juta ton basah, target bijih nikel limonit 20–25 juta ton basah. Perusahaan juga berencana mencapai swasembada penuh bijih nikel saprolit untuk pabrik RKEF pada tahun 2026, tidak lagi bergantung pada pembelian eksternal.
Serangkaian kemajuan ini semakin memperkuat strategi integrasi vertikal MBMA dalam rantai pasokan baterai kendaraan listrik, meningkatkan fleksibilitas operasional dan manfaat ekonomi jangka panjang. Direktur Utama MBMA menyatakan bahwa pertumbuhan cadangan ini sepenuhnya mencerminkan kekuatan aset dan stabilitas pelaksanaan di lapangan perusahaan. Basis sumber daya yang lebih kokoh membuat perusahaan lebih unggul dalam memastikan operasi berkelanjutan dan menciptakan nilai jangka panjang. Ke depannya, MBMA akan terus melanjutkan kegiatan eksplorasi, mempercepat konversi sumber daya mineral menjadi cadangan yang dapat ditambang, memperpanjang umur tambang, mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, serta memperkuat posisi pentingnya dalam industri nikel Indonesia dan rantai pasokan baterai global.