Lanskap ekuitas industri kendaraan listrik dalam negeri Indonesia mengalami perubahan baru. Xpeng Motors China resmi menjadi pemegang saham pengendali Era Industri Otomotif (EIDO), perusahaan otomotif di bawah grup Singa Bintang Indonesia, memulai babak baru kerja sama strategis di sektor kendaraan listrik Indonesia. Transaksi saham ini hanya melibatkan entitas produksi kendaraan, tanpa dampak substansial pada operasi bisnis yang ada. Distribusi, penjualan, dan layanan purna jual Xpeng di Indonesia tetap dikelola oleh dua perusahaan lain di bawah grup tersebut, dengan layanan berorientasi konsumen tetap dalam model yang sama. Perubahan saham ini berfokus pada bisnis produksi dan perakitan kendaraan dalam negeri. Setelah melewati proses persetujuan hukum, transaksi ini resmi berlaku pada 13 Mei 2026, dengan dokumen akta notaris yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum Indonesia, dan pendaftaran perubahan informasi perusahaan serta anggaran dasar telah selesai. Dari segi persentase kepemilikan saham: sebelum transaksi, grup Singa Bintang memiliki 99,99% saham EIDO; setelah transaksi selesai, kepemilikan grup turun menjadi 9,9%, sementara Xpeng Motors memperoleh 90,1% saham, menjadi pemegang saham pengendali mutlak di sektor manufaktur. Pengalihan saham ini dilakukan dalam dua tahap: pertama, pemegang saham perorangan mentransfer sejumlah kecil saham ke perusahaan induk, kemudian perusahaan induk mentransfer sebagian besar saham ke Xpeng, yang pada akhirnya menetapkan posisi dominan Xpeng di sisi manufaktur. Grup Singa Bintang menyatakan bahwa memperkenalkan Xpeng adalah bagian dari rencana pengembangan jangka panjang perusahaan. Kerja sama kedua belah pihak tidak lagi terbatas pada produksi kendaraan, tetapi juga akan secara bersamaan melaksanakan pengembangan teknologi dan implementasi solusi mobilitas cerdas yang tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia. Dengan mengandalkan teknologi dan pengalaman Xpeng, kapasitas manufaktur dan perakitan kendaraan listrik dalam negeri Indonesia akan ditingkatkan secara menyeluruh. Saat ini, industri kendaraan listrik Indonesia masih berada pada tahap awal. Kerja sama saham ini juga merupakan langkah penting untuk mempercepat penyempurnaan rantai industri kendaraan listrik dalam negeri. Melalui sinergi keunggulan perusahaan asing dan lokal, kedua belah pihak akan bersama-sama mendorong pembangunan kapasitas produksi, peningkatan teknologi, dan mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan energi baru di Indonesia.