PT Krakatau Steel dan delegasi Provinsi Hebei Tiongkok menandatangani Nota Kesepahaman Kerja Sama di Jakarta, dipimpin oleh Wakil Gubernur Tetap Provinsi Hebei, diikuti oleh kepala Hebei Guomao Group dan beberapa perusahaan baja terkemuka. Gubernur Banten menaruh harapan besar pada kerja sama ini, percaya bahwa masuknya perusahaan baja besar Tiongkok akan membantu proses industrialisasi nasional Indonesia dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Kota Cilegon adalah pusat industri baja tradisional Indonesia, Provinsi Banten memiliki keunggulan lokasi dan infrastruktur yang menonjol, daerah setempat memiliki pelabuhan internasional dengan kedalaman alami hingga 21 meter, sangat cocok untuk kebutuhan transportasi bahan baku, distribusi produk, dan pengolahan mendalam industri baja terintegrasi skala besar, sangat menarik bagi investor asing. Dengan dukungan fasilitas pendukung yang lengkap dan Krakatau Steel sebagai perusahaan hulu lokal terkemuka, Provinsi Banten diharapkan dapat lebih memperkuat posisi inti dalam industri baja Indonesia. Presiden Direktur Krakatau Steel memperkenalkan bahwa perusahaan telah merencanakan lahan seluas 2.000 hektar di Kawasan Ekonomi Khusus provinsi tersebut, khusus untuk menampung proyek investasi baja baru dari pihak Tiongkok kali ini. Tujuan inti kerja sama kedua belah pihak adalah mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor baja jadi, serta membangun rantai industri lokal yang mandiri. Ke depannya, pabrik baja pihak Tiongkok akan membangun pabrik di lokasi setempat, langsung menggunakan bahan baku yang disediakan oleh Krakatau Steel, secara bertahap mewujudkan swasembada baja dalam negeri.
Wakil Gubernur menyatakan, Provinsi Hebei adalah basis industri baja penting di Tiongkok, saat ini telah sepenuhnya mengadopsi teknologi produksi ramah lingkungan modern. Ia optimis terhadap potensi pengembangan jangka panjang industri baja Indonesia, dan berharap investasi ini tidak hanya memperdalam hubungan perdagangan kedua negara, tetapi juga mewujudkan transfer teknologi, menciptakan lapangan kerja lokal. Kerja sama ini merupakan langkah penting perusahaan Tiongkok dalam mendalami industri manufaktur Indonesia, dengan memanfaatkan teknologi, modal, dan pengalaman industri matang dari pihak Tiongkok, ditambah sumber daya, lahan, dan keunggulan lokasi Indonesia, kedua belah pihak akan bersama-sama membangun klaster industri baja terintegrasi, dalam mendorong upgrade industri Indonesia, menjamin pasokan baja, sekaligus meletakkan dasar bagi kerja sama industri yang lebih luas antara kedua negara selanjutnya.
PT Krakatau Steel dan delegasi Provinsi Hebei Tiongkok menandatangani Nota Kesepahaman Kerja Sama di Jakarta, dipimpin oleh Wakil Gubernur Tetap Provinsi Hebei, diikuti oleh kepala Hebei Guomao Group dan beberapa perusahaan baja terkemuka. Gubernur Banten menaruh harapan besar pada kerja sama ini, percaya bahwa masuknya perusahaan baja besar Tiongkok akan membantu proses industrialisasi nasional Indonesia dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Kota Cilegon adalah pusat industri baja tradisional Indonesia, Provinsi Banten memiliki keunggulan lokasi dan infrastruktur yang menonjol, daerah setempat memiliki pelabuhan internasional dengan kedalaman alami hingga 21 meter, sangat cocok untuk kebutuhan transportasi bahan baku, distribusi produk, dan pengolahan mendalam industri baja terintegrasi skala besar, sangat menarik bagi investor asing. Dengan dukungan fasilitas pendukung yang lengkap dan Krakatau Steel sebagai perusahaan hulu lokal terkemuka, Provinsi Banten diharapkan dapat lebih memperkuat posisi inti dalam industri baja Indonesia. Presiden Direktur Krakatau Steel memperkenalkan bahwa perusahaan telah merencanakan lahan seluas 2.000 hektar di Kawasan Ekonomi Khusus provinsi tersebut, khusus untuk menampung proyek investasi baja baru dari pihak Tiongkok kali ini. Tujuan inti kerja sama kedua belah pihak adalah mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor baja jadi, serta membangun rantai industri lokal yang mandiri. Ke depannya, pabrik baja pihak Tiongkok akan membangun pabrik di lokasi setempat, langsung menggunakan bahan baku yang disediakan oleh Krakatau Steel, secara bertahap mewujudkan swasembada baja dalam negeri.
Wakil Gubernur menyatakan, Provinsi Hebei adalah basis industri baja penting di Tiongkok, saat ini telah sepenuhnya mengadopsi teknologi produksi ramah lingkungan modern. Ia optimis terhadap potensi pengembangan jangka panjang industri baja Indonesia, dan berharap investasi ini tidak hanya memperdalam hubungan perdagangan kedua negara, tetapi juga mewujudkan transfer teknologi, menciptakan lapangan kerja lokal. Kerja sama ini merupakan langkah penting perusahaan Tiongkok dalam mendalami industri manufaktur Indonesia, dengan memanfaatkan teknologi, modal, dan pengalaman industri matang dari pihak Tiongkok, ditambah sumber daya, lahan, dan keunggulan lokasi Indonesia, kedua belah pihak akan bersama-sama membangun klaster industri baja terintegrasi, dalam mendorong upgrade industri Indonesia, menjamin pasokan baja, sekaligus meletakkan dasar bagi kerja sama industri yang lebih luas antara kedua negara selanjutnya.