Menteri Keuangan baru-baru ini menegaskan bahwa pemerintah Indonesia akan secara resmi mengambil alih pengoperasian PT KCIC, perusahaan patungan Indonesia-China yang mengoperasikan Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung. Saat ini, hal-hal terkait sudah hampir pasti, hanya menunggu proses hukum dan administratif resmi yang tersisa. Di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, ia mengatakan kepada media bahwa skema pengambilalihan KCIC sudah jelas dan pasti, namun karena melibatkan banyak pihak, detail spesifik belum dapat diungkapkan; akan diumumkan secara serentak oleh pihak terkait pada saat yang tepat. Ia menekankan pengaturan inti pengambilalihan telah disepakati, hanya perlu menyelesaikan prosedur selanjutnya. Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Aset BUMN (BP BUMN) merangkap Chief Operating Officer Danantara, dalam wawancara terpisah di lokasi yang sama, mengonfirmasi bahwa Kementerian Keuangan yang dipimpin oleh Menteri Keuangan akan menjadi pihak yang mengambil alih KCIC. Ia menyatakan proses terkait sedang berjalan dan diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu dekat, saat ini masih merinci satu per satu. Mengenai skema pengambilalihan, ia mengungkapkan masih ada beberapa opsi, karena belum final, ia tidak dapat mengungkapkan lebih banyak untuk menghindari spekulasi publik yang tidak perlu. Ia memperkirakan seluruh proses pengambilalihan KCIC akan selesai dalam 1 hingga 2 bulan. Terkait anggota konsorsium KCIC saat ini, termasuk saham dan peran PT Wijaya Karya (WIKA), PT Kereta Api Indonesia (KAI), dll., ia menyatakan pemerintah akan menyelesaikannya secara bersamaan, berusaha menyelesaikan semua masalah sekaligus secara tuntas. Ia menjelaskan bahwa pihak-pihak terkait akan kembali ke bisnis inti masing-masing, misalnya WIKA akan fokus pada bidang konstruksi teknik, secara bertahap keluar dari sektor pengoperasian kereta cepat yang tidak dikuasainya. Pemerintah akan merinci hak, kewajiban, dan struktur saham masing-masing pihak, mewujudkan pengambilalihan dan perbaikan yang menyeluruh dan tuntas. Pengambilalihan perusahaan pengoperasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung oleh pemerintah ini dipandang sebagai langkah penting bagi otoritas Indonesia untuk merapikan utang proyek kereta cepat, menertibkan model operasi, serta menjamin kelangsungan dan stabilitas proyek. Sebelumnya, Presiden Prabowo telah menyatakan dengan tegas bahwa pemerintah akan menanggung utang terkait Kereta Cepat Whoosh, dan dana telah tersedia, yang menjadi landasan bagi pengambilalihan ini.