Sistem Administrasi Perpajakan Inti Indonesia akan resmi beroperasi pada Januari 2025. Menurut Kepala Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, setelah sistem ini diterapkan, tarif pajak diperkirakan akan naik dari sekitar 10% menjadi 12% dalam lima tahun ke depan, yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Saat ini, Dirjen Pajak sedang gencar melakukan sosialisasi dan edukasi, telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 50.000 wajib pajak dengan transaksi besar, serta membuka simulator pajak inti bagi wajib pajak lainnya. Mereka juga menyediakan buku dan panduan video di situs resmi, serta melatih pejabat pajak dalam penggunaan sistem agar menjadi pelatih komunitas. Melalui upaya awal ini, diharapkan saat sistem diluncurkan, semua pihak dapat terhubung dengan lancar dan menghindari kesenjangan pemahaman serta operasional.
Sistem Administrasi Perpajakan Inti Indonesia akan resmi beroperasi pada Januari 2025. Menurut Kepala Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, setelah sistem ini diterapkan, tarif pajak diperkirakan akan naik dari sekitar 10% menjadi 12% dalam lima tahun ke depan, yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Saat ini, Dirjen Pajak sedang gencar melakukan sosialisasi dan edukasi, telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 50.000 wajib pajak dengan transaksi besar, serta membuka simulator pajak inti bagi wajib pajak lainnya. Mereka juga menyediakan buku dan panduan video di situs resmi, serta melatih pejabat pajak dalam penggunaan sistem agar menjadi pelatih komunitas. Melalui upaya awal ini, diharapkan saat sistem diluncurkan, semua pihak dapat terhubung dengan lancar dan menghindari kesenjangan pemahaman serta operasional.