Pameran Dagang China (Indonesia) ke-7 dibuka secara megah hari ini di Jakarta, ibu kota Indonesia.
Sebagai pameran skala terbesar yang diselenggarakan China di Indonesia, Pameran Dagang China (Indonesia) telah menjadi jendela penting bagi perusahaan China untuk memasuki pasar Indonesia. Pameran ini menarik partisipasi hampir seribu perusahaan dari 18 provinsi dan kota seperti Zhejiang, Jiangsu, Guangdong, Shandong, serta Daerah Administratif Khusus Hong Kong dan perusahaan lokal Indonesia, dengan total luas pameran mencapai 40.000 meter persegi. Pameran ini mencakup 9 zona pameran profesional, termasuk Pameran Peralatan Industri dan Suku Cadang, Pameran Peralatan Rumah Tangga dan Elektronik Konsumen, Pameran Bahan Bangunan dan Dekorasi Rumah, Pameran Tenaga Surya, Pameran Mainan dan Bayi, Pameran Tekstil dan Garmen Global, Pameran Hadiah Rumah Tangga Internasional, Pameran Peralatan Kemasan Plastik dan Percetakan, serta Pameran Furnitur, yang mencakup lebih dari 35 subkategori industri, sepenuhnya menunjukkan keunggulan produk dan merek China.
Salah satu sorotan pameran ini adalah pemberdayaan seluruh periode pameran melalui sarana digital untuk mewujudkan pencocokan permintaan dan penawaran yang tepat. Sebelum pameran, basis data digunakan untuk menyaring pembeli potensial, platform mengundang secara tepat sasaran untuk mengunci peluang bisnis lebih awal; selama pameran, notifikasi otomatis diberikan saat pembeli tiba, mengarahkan pembeli yang diundang ke stan untuk memastikan tidak ada satu pun pelanggan yang terlewatkan; setelah pameran, negosiasi online berkelanjutan dengan mitra bisnis dilakukan untuk menindaklanjuti pesanan.
Seiring dengan semakin mendalamnya inisiatif "One Belt, One Road", kerja sama antara China dan Indonesia semakin erat. Indonesia, sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, menunjukkan potensi perdagangan luar negeri yang besar. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2023, volume perdagangan bilateral antara China dan Indonesia telah mencapai 139,4 miliar dolar AS, dan China telah menjadi mitra dagang terbesar Indonesia selama 11 tahun berturut-turut.
Pameran ini berlangsung selama empat hari, diselenggarakan oleh Pemerintah Rakyat Kota Wenzhou, dilaksanakan oleh Biro Perdagangan Kota Wenzhou dan Meorient International Exhibition, bersama-sama diselenggarakan oleh Biro Perdagangan Kota Ningbo, Biro Perdagangan Kota Taizhou, Biro Perdagangan Kota Shaoxing, dan Dewan Promosi Perdagangan Kota Jiaxing, dengan Dinas Perdagangan Provinsi Guangdong dan Dinas Perdagangan Provinsi Shanxi sebagai unit pembimbing.
Sumber informasi: People's Daily Jakarta
Pameran Dagang China (Indonesia) ke-7 dibuka secara megah hari ini di Jakarta, ibu kota Indonesia.
Sebagai pameran skala terbesar yang diselenggarakan China di Indonesia, Pameran Dagang China (Indonesia) telah menjadi jendela penting bagi perusahaan China untuk memasuki pasar Indonesia. Pameran ini menarik partisipasi hampir seribu perusahaan dari 18 provinsi dan kota seperti Zhejiang, Jiangsu, Guangdong, Shandong, serta Daerah Administratif Khusus Hong Kong dan perusahaan lokal Indonesia, dengan total luas pameran mencapai 40.000 meter persegi. Pameran ini mencakup 9 zona pameran profesional, termasuk Pameran Peralatan Industri dan Suku Cadang, Pameran Peralatan Rumah Tangga dan Elektronik Konsumen, Pameran Bahan Bangunan dan Dekorasi Rumah, Pameran Tenaga Surya, Pameran Mainan dan Bayi, Pameran Tekstil dan Garmen Global, Pameran Hadiah Rumah Tangga Internasional, Pameran Peralatan Kemasan Plastik dan Percetakan, serta Pameran Furnitur, yang mencakup lebih dari 35 subkategori industri, sepenuhnya menunjukkan keunggulan produk dan merek China.
Salah satu sorotan pameran ini adalah pemberdayaan seluruh periode pameran melalui sarana digital untuk mewujudkan pencocokan permintaan dan penawaran yang tepat. Sebelum pameran, basis data digunakan untuk menyaring pembeli potensial, platform mengundang secara tepat sasaran untuk mengunci peluang bisnis lebih awal; selama pameran, notifikasi otomatis diberikan saat pembeli tiba, mengarahkan pembeli yang diundang ke stan untuk memastikan tidak ada satu pun pelanggan yang terlewatkan; setelah pameran, negosiasi online berkelanjutan dengan mitra bisnis dilakukan untuk menindaklanjuti pesanan.
Seiring dengan semakin mendalamnya inisiatif "One Belt, One Road", kerja sama antara China dan Indonesia semakin erat. Indonesia, sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, menunjukkan potensi perdagangan luar negeri yang besar. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2023, volume perdagangan bilateral antara China dan Indonesia telah mencapai 139,4 miliar dolar AS, dan China telah menjadi mitra dagang terbesar Indonesia selama 11 tahun berturut-turut.
Pameran ini berlangsung selama empat hari, diselenggarakan oleh Pemerintah Rakyat Kota Wenzhou, dilaksanakan oleh Biro Perdagangan Kota Wenzhou dan Meorient International Exhibition, bersama-sama diselenggarakan oleh Biro Perdagangan Kota Ningbo, Biro Perdagangan Kota Taizhou, Biro Perdagangan Kota Shaoxing, dan Dewan Promosi Perdagangan Kota Jiaxing, dengan Dinas Perdagangan Provinsi Guangdong dan Dinas Perdagangan Provinsi Shanxi sebagai unit pembimbing.
Sumber informasi: People's Daily Jakarta