Data Badan Pusat Statistik Indonesia menunjukkan bahwa impor Indonesia dari China meningkat signifikan pada awal 2026. Pada Januari tahun ini, total impor Indonesia mencapai 21,2 miliar dolar AS, naik 18,21% year-on-year; di antaranya, impor dari China sebesar 7,89 miliar dolar AS, menyumbang 43,75% dari total impor non-migas Indonesia, China tetap menjadi negara asal impor terbesar Indonesia. Pada kuartal pertama tahun ini, total impor Indonesia meningkat menjadi 61,3 miliar dolar AS, dengan kenaikan year-on-year sebesar 10,05%, tren pertumbuhan impor dari China berlanjut. Maraknya perdagangan mendorong lonjakan permintaan jasa forwarder kargo lintas batas. Menurut statistik perusahaan kargo yang khusus menangani logistik impor China-Indonesia, pada awal tahun ini volume bisnis meningkat 31,48% year-on-year. Dari segi kategori impor, produk laris terutama barang konsumsi cepat, dengan alas kaki, tas, aksesori digital, pakaian, dan barang fashion sebagai lima besar. Produk-produk ini memiliki margin keuntungan yang besar dan permintaan pasar yang stabil, sehingga disukai para distributor.
Pelanggan utama logistik impor Indonesia adalah UMKM dan distributor online. Live streaming belanja dan grosir lintas batas berkembang pesat, menjadi motor utama yang mendorong permintaan logistik. Para pelaku bisnis dapat memilih tiga moda transportasi utama berdasarkan kebutuhan waktu dan biaya: Laut memakan waktu 21 hingga 30 hari, dengan nilai ekonomis tinggi, cocok untuk barang dalam jumlah besar; Udara dengan waktu tempuh 7 hingga 8 hari, sesuai untuk barang yang mendesak; Layanan Express lebih cepat, khusus untuk pesanan darurat. Layanan pintu ke pintu satu atap paling populer di pasar, model ini mengintegrasikan seluruh proses logistik dari gudang pemasok di China hingga alamat penerima di Indonesia, dengan biaya ditentukan di awal, tanpa biaya tambahan, proses sederhana dan biaya transparan.
Dalam beberapa tahun terakhir, UMKM dan e-commerce online di Indonesia berkembang pesat. Banyak pedagang kecil langsung membeli berbagai produk dari China, konsumen biasa juga semakin terbiasa memilih barang impor secara online. Live streaming belanja, pembelian grup paket, dan reseller individu semakin memperbesar permintaan impor. Banyak pedagang pemula memulai usaha dengan mengandalkan impor lintas batas skala kecil. Menanggapi karakteristik pasar, perusahaan logistik lokal mengintegrasikan tiga jalur utama: laut, udara, dan express, dengan fokus pada layanan pintu ke pintu, serta menjamin transparansi biaya dan pelacakan logistik, sepenuhnya memenuhi kebutuhan UMKM dan pedagang menengah, terus menampung pesanan impor lintas batas China-Indonesia yang tinggi.
Data Badan Pusat Statistik Indonesia menunjukkan bahwa impor Indonesia dari China meningkat signifikan pada awal 2026. Pada Januari tahun ini, total impor Indonesia mencapai 21,2 miliar dolar AS, naik 18,21% year-on-year; di antaranya, impor dari China sebesar 7,89 miliar dolar AS, menyumbang 43,75% dari total impor non-migas Indonesia, China tetap menjadi negara asal impor terbesar Indonesia. Pada kuartal pertama tahun ini, total impor Indonesia meningkat menjadi 61,3 miliar dolar AS, dengan kenaikan year-on-year sebesar 10,05%, tren pertumbuhan impor dari China berlanjut. Maraknya perdagangan mendorong lonjakan permintaan jasa forwarder kargo lintas batas. Menurut statistik perusahaan kargo yang khusus menangani logistik impor China-Indonesia, pada awal tahun ini volume bisnis meningkat 31,48% year-on-year. Dari segi kategori impor, produk laris terutama barang konsumsi cepat, dengan alas kaki, tas, aksesori digital, pakaian, dan barang fashion sebagai lima besar. Produk-produk ini memiliki margin keuntungan yang besar dan permintaan pasar yang stabil, sehingga disukai para distributor.
Pelanggan utama logistik impor Indonesia adalah UMKM dan distributor online. Live streaming belanja dan grosir lintas batas berkembang pesat, menjadi motor utama yang mendorong permintaan logistik. Para pelaku bisnis dapat memilih tiga moda transportasi utama berdasarkan kebutuhan waktu dan biaya: Laut memakan waktu 21 hingga 30 hari, dengan nilai ekonomis tinggi, cocok untuk barang dalam jumlah besar; Udara dengan waktu tempuh 7 hingga 8 hari, sesuai untuk barang yang mendesak; Layanan Express lebih cepat, khusus untuk pesanan darurat. Layanan pintu ke pintu satu atap paling populer di pasar, model ini mengintegrasikan seluruh proses logistik dari gudang pemasok di China hingga alamat penerima di Indonesia, dengan biaya ditentukan di awal, tanpa biaya tambahan, proses sederhana dan biaya transparan.
Dalam beberapa tahun terakhir, UMKM dan e-commerce online di Indonesia berkembang pesat. Banyak pedagang kecil langsung membeli berbagai produk dari China, konsumen biasa juga semakin terbiasa memilih barang impor secara online. Live streaming belanja, pembelian grup paket, dan reseller individu semakin memperbesar permintaan impor. Banyak pedagang pemula memulai usaha dengan mengandalkan impor lintas batas skala kecil. Menanggapi karakteristik pasar, perusahaan logistik lokal mengintegrasikan tiga jalur utama: laut, udara, dan express, dengan fokus pada layanan pintu ke pintu, serta menjamin transparansi biaya dan pelacakan logistik, sepenuhnya memenuhi kebutuhan UMKM dan pedagang menengah, terus menampung pesanan impor lintas batas China-Indonesia yang tinggi.